Kasus Naturalisasi Palsu di Timnas Malaysia: FIFA Ikut Campur
FIFA baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi mengenai skandal naturalisasi palsu yang melibatkan Timnas Malaysia, di mana tujuh pemain yang dinaturalisasi tidak memiliki keturunan asli dari negara tersebut.
Baca juga: Novak Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Kasus ini dinilai telah melanggar prinsip dasar olahraga dan menciptakan kekhawatiran di kalangan media dan masyarakat tentang integritas sepakbola di Malaysia.
Pada tanggal 6 Oktober 2025, FIFA mengumumkan bahwa tujuh pemain yang dinaturalisasi untuk Timnas Malaysia ternyata tidak memiliki hubungan darah dengan keturunan Malaysia. Para pemain tersebut termasuk Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, dan lainnya.
Dalam penyelidikannya, FIFA menemukan bahwa Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengklaim bahwa para pemain ini memiliki nenek moyang yang lahir di Malaysia, namun klaim tersebut tidak dapat dibuktikan.
FIFA melakukan pemeriksaan di beberapa negara, termasuk Spanyol, Argentina, dan Brasil, dan menemukan bahwa catatan-catatan yang berkaitan dengan leluhur para pemain tidak dapat diverifikasi keasliannya.
Baca juga: Liverpool Amankan Kemenangan Dramatis atas Newcastle di Premier League
Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Ivan Palacio, menyatakan keprihatinan mendalam mengenai kasus ini, menekankan bahwa hal ini 'mengikis kepercayaan terhadap keadilan kompetisi'.
Dia juga menekankan bahwa tindakan tersebut 'menyerang inti dari prinsip-prinsip dasar sepakbola', menunjukkan keseriusan FIFA dalam penanganan masalah ini.
Berdasarkan regulasi FIFA, setiap negara harus memenuhi syarat ketat sebelum melakukan proses naturalisasi, termasuk persyaratan garis keturunan jelas dan tinggal di negara tersebut minimal lima tahun.
Media Malaysia, Free Malaysia Today, mengecam tindakan FAM dalam kasus ini, menyebutnya sebagai 'pelanggaran fair play' dan pengkhianatan terhadap kejujuran sepakbola.
Respons masyarakat pun menunjukkan kekecewaan dengan standar yang diterapkan proses naturalisasi, dengan banyak yang berpendapat bahwa tindakan ini merusak reputasi sepakbola Malaysia di kancah internasional.
Situasi ini menciptakan kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap proses naturalisasi dilakukan secara transparan mengikuti regulasi yang ada untuk menjaga integritas olahraga.
Baca juga: Kemenangan Perdana Emil Audero di Serie A Bersama Cremonese
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: