Insiden Memanas di Pertandingan Dewa United Melawan Bhayangkara FC
Sebuah insiden menimbulkan kecemasan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 ketika Dewa United menghadapi Bhayangkara FC, menonjol di berbagai media sosial.
Baca juga: Momen Bersejarah: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Kericuhan terjadi setelah laga di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026), di mana Dewa United meraih kemenangan dengan skor 2-1.
Dewa United berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan dua gol yang dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Aqilah Lussnah mencetak gol balasan untuk Bhayangkara FC.
Meskipun hasil akhir menguntungkan Dewa United, ketegangan meningkat setelah peluit akhir berbunyi, dengan keributan yang melibatkan para pemain kedua tim di lapangan.
Baca juga: Thom Haye Bergabung dengan Persib Bandung: Rekrutmen Strategis untuk Musim Depan
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan aksi salah satu pemain Bhayangkara FC yang melakukan tendangan kungfu, menyasar leher pemain Dewa United, yang tentunya tidak dapat dibenarkan dalam konteks olahraga.
Dugaan tindakan kekerasan juga muncul terkait pemain Bhayangkara FC bernama Fadly Alberto, menambah kontroversi dalam insiden tersebut.
Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram, menyoroti perlunya pemahaman profesionalisme dalam olahraga.
"Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama," tulisnya, menunjukkan ketidakpuasan terhadap sikap pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah.
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menanggapi insiden ini dengan serius, menekankan pentingnya memberi contoh yang baik kepada pemain muda, terutama dalam situasi-situasi yang menimbulkan risiko.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal Untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: