Bojan Hodak Jelaskan Penggantian Saddil Ramdani dalam Laga Melawan Persis Solo
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menjelaskan alasan di balik penggantian Saddil Ramdani dalam pertandingan melawan Persis Solo pada Super League 2025. Momen ini memicu reaksi emosional dari Saddil yang terlihat kecewa ketika ditarik keluar.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Datangkan Eliano Reijnders untuk Super League 2025-2026
Hodak menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena performa Saddil, melainkan karena adanya perubahan taktik setelah kartu merah yang diterima oleh Luciano Guaycochea.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin malam menyaksikan Saddil Ramdani menunjukkan ekspresi kecewa saat ditarik keluar di menit ke-31. Bojan Hodak menjelaskan bahwa reaksi emosional tersebut merupakan hal yang biasa dalam sepak bola, terlebih ketika pemain mendapatkan waktu bermain yang baik.
Bojan menyatakan, "Tentunya akan ada pemain yang kecewa dalam situasi seperti ini. Termasuk Saddil Ramdani, saya tahu. Tapi, ini taktik yang saya buat. Saddil bagus, dia banyak melakukan serangan," memperlihatkan pemahaman mendalam terhadap perasaan Saddil.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026
Keputusan Bojan untuk mengganti Saddil juga harus dilihat dari sisi taktis tim, bukan sekadar performa individu. Hal ini disebabkan oleh kartu merah yang didapat Luciano Guaycochea pada menit ke-27, memaksa perubahan formasi.
Dengan mengeluarkan Saddil dan memasukkan Adam Alis, Bojan berharap bisa mengatur ulang lini tengah dan memindahkan Beckham Putra menjadi winger. Ia menjelaskan, "Saya masukkan Adam Alis untuk bisa menutup di tengah, dan Beckham saya pindahkan ke winger. Jadi, ini murni taktik yang saya buat."
Bojan tidak salah dalam pilihan strategisnya, karena Persib mampu meraih kemenangan 2-0 walaupun hanya bermain dengan 10 pemain. Gol tambahan oleh Uilliam Barros di menit ke-49 semakin menegaskan dominasi tim di hadapan para pendukung.
Ia juga menekankan betapa pentingnya kemenangan ini sebagai modal untuk menghadapi jadwal yang semakin padat, baik di Super League maupun di AFC Champions League Two. "Kita tahu jadwal tim sangat padat. Artinya, kita harus bisa menjaga kondisi, salah satunya dengan melakukan rotasi untuk menjaga performa tim," ujarnya.
Baca juga: Proses Naturalisasi Dua Pemain Belanda untuk Timnas Indonesia Menuju Sumpah Warga Negara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: