BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:13 WIB

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 dan Risiko Kebangkrutan FIFA

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 dan Risiko Kebangkrutan FIFAAncaman Boikot Piala Dunia 2026 dan Risiko Kebangkrutan FIFA

Piala Dunia 2026 kini berada di ambang krisis serius seiring dengan meningkatnya seruan boikot dari sejumlah negara, terutama Jerman. Jika tuntutan tersebut terpenuhi, ada kemungkinan besar FIFA akan menghadapi kebangkrutan akibat pembatalan turnamen.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ketegangan politik yang melibatkan Amerika Serikat menjadi latar belakang menguatnya seruan tersebut, dengan negara-negara berkualitas sepak bola seperti Inggris dan Spanyol turut mendukung ide boikot ini.

Desakan untuk Mengubah Tuan Rumah

Piala Dunia 2026 direncanakan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli dengan tuan rumah yang mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, belakangan muncul desakan yang kuat untuk mencabut status tuan rumah Amerika Serikat, terutama dari Jerman.

Ketegangan diplomatik antara Jerman dan Washington yang meningkat, dipicu oleh pernyataan kontroversial dari Presiden AS, semakin memperburuk situasi. Ancaman boikot disuarakan tidak hanya oleh Jerman, tetapi juga oleh Inggris, Spanyol, dan Skotlandia, yang khawatir dengan kondisi politik saat ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas 2025

Dampak Ekonomi yang Mengkhawatirkan

Jika Piala Dunia dibatalkan, Rob Wilson, seorang pakar keuangan sepak bola, menyatakan bahwa FIFA dapat mengalami kerugian yang signifikan. 'Biaya bukanlah masalah besar. Yang menjadi masalah adalah kontrak, logistik, pengaturan keamanan, infrastruktur siaran, dan semua hal legal yang akan muncul,' ungkap Wilson.

Dia juga menjelaskan bahwa anggaran total untuk penyelenggaraan Piala Dunia diperkirakan mencapai 4 miliar dolar AS, di mana setiap kota penyelenggara dapat menghabiskan hingga 250 juta dolar AS.

Risiko Gugatan dan Kehilangan Pendapatan

Pembatalan turnamen tidak hanya berdampak pada keuangan FIFA, tetapi juga pada pendapatan dari sponsor, akomodasi, hingga sektor pariwisata. 'Ada penyiar, sponsor, stadion, infrastruktur yang sedang dibangun,' lanjut Wilson.

Selain itu, pemindahan status tuan rumah juga bisa menyebabkan gugatan ganti rugi yang mencapai angka tertinggi dalam sejarah football, terutama dengan banyak penggemar yang sudah melakukan pembayaran untuk perjalanan dan akomodasi mereka. 'Semua orang akan ingin mengajukan klaim atas kerugian jika Piala Dunia dipindahkan,' pungkasnya.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Dukungan Performanya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 dan Risiko Kebangkrutan FIFA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!