Kekhawatiran Penggemar Menjelang Piala Dunia 2026 di AS
Piala Dunia 2026 akan segera dilangsungkan di Amerika Serikat, namun ada sejumlah kekhawatiran terkait keamanan untuk para wisatawan internasional.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Baru dalam MLS dan Harapan untuk Sepak Bola Indonesia
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengingatkan para penggemar sepak bola agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke AS pada saat event tersebut.
Sepp Blatter menekankan perlunya perhatian terhadap situasi politik dan kebijakan imigrasi yang berlaku di AS. Dalam wawancara yang sama, pakar antikorupsi Mark Pieth menganjurkan agar para penggemar sebaiknya menunda perjalanan mereka ke negeri Paman Sam.
Blatter menyebut, 'Untuk para penggemar, hanya ada satu nasihat: jauhi AS!. Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini.'.
Pieth juga menyarankan bahwa menonton pertandingan dari rumah mungkin lebih aman dan nyaman dibandingkan harus terbang ke AS.
Baca juga: Drawing Liga Champions 2025-2026 Siap Digelar di Monako
Kekhawatiran akan masalah pintu masuk imigrasi juga menjadi sorotan utama, dengan komentar Pieth bahwa wisatawan bisa saja dipulangkan jika tidak memenuhi syarat tertentu. Ia menyatakan, 'Setibanya di sana, para penggemar harus siap jika mereka tidak menyenangkan petugas, mereka bisa langsung dipulangkan dengan penerbangan berikutnya.'
Tidak hanya isu imigrasi, kondisi keamanan dalam negeri AS juga menjadi perhatian. Pieth menjelaskan bahwa ketegangan politik serta tindakan penegakan hukum bisa mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung.
Hal-hal ini dapat menciptakan atmosfir yang tak nyaman, dan pada tahun-tahun mendatang, keamanan bagi pengunjung perlu menjadi prioritas tambahan.
Menanggapi berbagai kekhawatiran ini, Pemerintah AS meluncurkan sistem 'FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS)'. Ini bertujuan untuk memberikan prioritas kepada pemegang tiket Piala Dunia dalam jadwal wawancara visa.
Pemerintah juga mengingatkan semua pemegang visa agar mematuhi hukum setempat dan memastikan mereka meninggalkan AS setelah turnamen berakhir.
Seorang pejabat dari pemerintahan sebelumnya, Donald Trump, menjanjikan komitmennya untuk menjamin keselamatan dan keamanan penggemar yang datang dari berbagai belahan dunia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: