BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

TVRI Diminta Terbuka Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

TVRI Diminta Terbuka Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026TVRI Diminta Terbuka Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

DPR RI, melalui Komisi VII, menekankan pentingnya TVRI untuk transparan dalam mengungkapkan nilai kontrak hak siar Piala Dunia 2026. Tindakan ini dianggap penting karena dana yang digunakan bersumber dari keuangan negara.

Baca juga: Olahraga sebagai Sarana Self-Care: Manfaat untuk Kesehatan Mental

Anggota DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik tidak dapat diabaikan. Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, menyampaikan tantangan dalam memberikan angka tepat karena adanya faktor pajak dan nilai tukar yang berfluktuasi.

Desakan dari Anggota DPR

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, meminta TVRI untuk mengungkap informasi kontrak hak siar Piala Dunia 2026 secara terbuka. Dalam pernyataannya, ia menekankan, 'Tolong transparan ya nanti ya. Kami menghendaki, Bapak transparan. Ini duit negara.'

Yoyok menyoroti bahwa transparansi anggaran adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan dana negara. Sebagai lembaga publik, TVRI diharapkan bisa mempertanggungjawabkan semua pengeluaran mereka.

Rekan Yoyok dari Partai Golkar, Andika Satya Wasisto, juga menunjukkan kepeduliannya dan meminta penjelasan yang rinci terkait pengeluaran ini untuk membantu masyarakat menilai kesiapan TVRI dalam menyiarkan acara besar.

Baca juga: Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Semifinal Piala AFF U16 Wanita 2025

Perbandingan Kontrak dengan Negara Lain

Andika memberikan contoh dari negara lain, seperti Spanyol, yang mengeluarkan sekitar 55 juta Euro atau lebih dari Rp1 triliun untuk hak siar pertandingan serupa. 'Nah ini sama tidak kira-kira TVRI nilainya sekitar Rp1 triliun tersebut? Karena ini anggaran negara, Pak. Jadi tidak bisa main-main juga,' jelasnya.

Perbandingan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada publik mengenai besaran anggaran yang dikeluarkan untuk hak siar Piala Dunia. Lebih lanjut, hal ini menuntut transparansi dari TVRI dalam hal nilai kontrak yang akan mereka tandatangani.

Masyarakat, menurut Andika, memiliki hak untuk mengetahui bagaimana uang negara dipergunakan, terutama untuk acara sebesar Piala Dunia.

Reaksi TVRI Terhadap Desakan

Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, menyatakan bahwa ada beberapa kendala dalam memberikan informasi terkait nilai kontrak. Selain pajak, ia juga menegaskan pentingnya memperhitungkan fluktuasi nilai tukar yang mengganggu kepastian angka.

'Masih ada hitung-hitungan tentang nilai kurs fluktuatif sekali. Jadi kalau dulu sampai sekarang tuh dengan nilai kurs sekarang itu boleh saya sampaikan Rp32 miliar Pak, bedanya Pak, besar sekali,' ungkap Iman.

Ia menambahkan bahwa bantuan pemerintah melalui APBN hanya mencakup biaya lisensi hak siar yang langsung disetorkan kepada pemegang lisensi utama. Biaya operasional lainnya harus dicari secara mandiri oleh TVRI.

Baca juga: Kemenangan Perdana Emil Audero di Serie A Bersama Cremonese

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

TVRI Diminta Terbuka Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!