BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 16:24 WIB

Memahami pilihan pengobatan untuk nyeri otot setelah berolahraga

Memahami pilihan pengobatan untuk nyeri otot setelah berolahragaMemahami pilihan pengobatan untuk nyeri otot setelah berolahraga

Nyeri otot setelah berolahraga menjadi keluhan umum di kalangan banyak individu. Banyak yang merasa bingung dalam memilih antara obat topikal atau obat minum untuk meredakan nyeri ini.

Baca juga: Dominik Szoboszlai Jadi Pahlawan Liverpool Lewat Tendangan Bebas Gemilang

Kondisi ini dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS), yang biasanya muncul setelah aktivitas fisik yang intens. Memahami pilihan pengobatan yang tepat dapat membantu seseorang kembali beraktivitas dengan cepat.

Apa Itu Nyeri Otot Setelah Olahraga?

Nyeri otot setelah olahraga umumnya dirasakan 24 hingga 48 jam setelah melakukan aktivitas berat. Hal ini disebabkan oleh kerusakan kecil pada serat otot selama latihan.

Kondisi ini merupakan bagian dari proses pemulihan otot alami dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pemula maupun atlet berpengalaman. Biasanya, nyeri ini muncul setelah perubahan dalam rutinitas latihan atau peningkatan intensitas.

Meskipun nyeri dapat menandakan bahwa otot sedang beradaptasi, banyak individu mencari cara untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut. Dalam banyak kasus, pilihan utama yang tersedia adalah menggunakan obat topikal atau obat minum.

Obat Topikal: Alternatif untuk Nyeri Otot

Obat topikal adalah produk yang dioleskan langsung ke kulit untuk meredakan nyeri otot. Umumnya, produk ini berbentuk salep atau gel yang mengandung bahan aktif seperti menthol atau capsicum.

Baca juga: Real Madrid dan Manchester City Kembali Bertemu di Liga Champions

Obat topikal bekerja dengan memberikan efek dingin atau hangat yang dapat membantu meredakan rasa sakit di area yang terkena. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat topikal dapat memberikan hasil yang cepat bagi beberapa orang.

"Obat topikal dapat memberikan rasa lega tanpa harus melalui sistem pencernaan, sehingga efek sampingnya cenderung lebih sedikit," kata Dr. Ahmad, seorang fisioterapis.

Namun, perlu dicatat bahwa obat topikal mungkin tidak selalu efektif untuk kasus nyeri yang lebih parah dan tidak ditujukan untuk mengatasi peradangan dalam tubuh.

Obat Minum: Kapan Harus Memilih Ini?

Obat minum, seperti ibuprofen atau paracetamol, lebih umum digunakan untuk mengatasi nyeri yang lebih luas dan peradangan. Obat-obat ini bekerja dengan mempengaruhi reseptor nyeri dalam tubuh.

Penggunaan obat minum bisa lebih efektif dalam beberapa situasi, khususnya jika rasa nyeri sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Beberapa orang mungkin lebih nyaman mengonsumsi obat yang mudah ditelan dibandingkan harus mengoleskan salep.

Namun, rute konsumsi ini dapat menyebabkan efek samping pada sistem pencernaan jika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, hindari penggunaan berulang tanpa konsultasi dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami pilihan pengobatan untuk nyeri otot setelah berolahraga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!