Rosenior Soroti Pelanggaran Wasit dalam Laga Chelsea vs Arsenal
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mempertanyakan keputusan wasit yang membiarkan pemain Arsenal melakukan pelanggaran saat sepak pojok demi merangkul pemainnya. Hal ini dipandang menguntungkan Arsenal, yang berujung pada terciptanya gol kemenangan mereka.
Baca juga: Novak Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Dalam laga Derby London yang digelar di Emirates Stadium pada Minggu, 1 Maret 2026, Chelsea terpaksa menelan kekalahan 1-2 dari Arsenal, di mana gol terakhir yang dicetak oleh Jurrien Timber menjadi sorotan utama Rosenior.
Pertandingan antara Chelsea dan Arsenal di Emirates Stadium menjadi momen penting saat kedua tim bertemu. Arsenal membuka permainan dengan mencetak gol terlebih dahulu melalui William Saliba, memaksakan Chelsea merespons dengan cepat.
Chelsea sempat menyeimbangkan skor lewat gol dari Piero Hincapie, namun kegagalan bertahan di babak kedua membawa Jurrien Timber mencetak gol penentu. Situasi bertambah sulit bagi Chelsea ketika Pedro Neto menerima kartu merah, membuat mereka harus bermain dengan sepuluh pemain.
Kekalahan ini pun menambah catatan hitam bagi Chelsea di derby London yang memang memiliki reputasi ketat dan menegangkan. Setiap kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal dalam pertandingan semacam ini.
Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung
Liam Rosenior mengungkapkan kekecewaannya tak hanya kepada hasil namun juga terhadap keputusan wasit yang dianggap tidak adil dalam beberapa momen. 'Ada banyak aksi saling menahan dan bergulat yang terjadi sebelum bola benar-benar diberikan,' ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelanggaran ini bukanlah hal baru, dan seharusnya menjadi perhatian khusus dari para wasit. Sebagian besar pelanggaran dalam sepak pojok sering kali terabaikan oleh pengawas pertandingan.
Taktik yang sering diterapkan Arsenal di mana mereka menumpuk pemain di kotak penalti lawan saat sepak pojok menuai kontroversi. Menurut Rosenior, hal ini menciptakan ketidakadilan bagi tim lawan yang berusaha untuk bertahan.
Rosenior menyadari pentingnya Chelsea untuk lebih cepat beradaptasi dengan situasi bola mati, mengingat faktor penting yang bisa diajak dalam memperbaiki strategi tim. 'Bola mati sangat penting di liga ini, dan di setiap liga. Itu adalah sesuatu yang semakin sering terjadi,' ungkapnya.
Dengan semakin banyaknya gol yang tercipta dari bola mati, tim wajib memperhatikan bagaimana cara menangani situasi ini. Kemampuan untuk mengantisipasi maupun bereaksi di area kotak penalti menjadi penting agar tidak terjebak dengan situasi yang merugikan.
Maka dari itu, Rosenior berharap timnya menjadi lebih proaktif dalam mengantisipasi taktik lawan, khususnya dalam situasi sepak pojok yang berpotensi mengubah jalannya sebuah pertandingan. Penempatan posisi dan kesiapan mental menjadi kunci agar taktik tersebut tidak berkali-kali membahayakan mereka.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Umumkan Kehadiran Dua Pemain Baru: Thom Haye dan Federico Barba
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: