Keputusan CAS Terkait Kasus Naturalisasi di Timnas Malaysia
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengumumkan putusan terkait kontroversi yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Keputusan ini diambil setelah sidang berlangsung di Lausanne, Swiss pada 26 Februari 2026.
Baca juga: Novak Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) harus menerima kenyataan pahit ketika banding mereka ditolak, dengan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp 7,5 miliar tetap berlaku.
CAS dengan tegas menolak banding yang diajukan oleh FAM dan mempertahankan denda yang dikenakan oleh FIFA. Dalam pernyataan resmi, CAS menyampaikan, 'Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku.'
Keputusan ini menunjukkan ketegasan CAS dalam menjalankan regulasi sepakbola internasional. Pun, denda ini menjadi cermin komitmen FIFA dan CAS untuk menjaga integritas permainan di tingkat global.
Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung
Meskipun denda tetap berlaku, CAS memberikan sedikit keringanan bagi tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dalam kasus ini. Mereka tetap dilarang bermain selama 12 bulan untuk pertandingan resmi tetapi diperkenankan untuk berlatih dan beraktivitas di luar pertandingan.
'Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi,' demikian bunyi keterangan dari CAS.
Kasus ini bermula dari laporan yang menggugah perhatian FIFA tahun lalu, di mana tujuh pemain naturalisasi Malaysia didapati terkait masalah administrasi. Hasil investigasi FIFA menunjukkan bahwa para pemain ini tidak memiliki ikatan darah dengan Malaysia.
Pemain-pemain yang terlibat dalam skandal ini mencakup Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan bukti pemalsuan dokumen yang menguatkan dugaan tersebut.
Baca juga: Marc Marquez Mengincar Gelar Juara Dunia MotoGP 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: