Persaingan Ketat di Pemilihan Presiden Barcelona: Joan Laporta vs Victor Font
Barcelona telah merilis nama dua kandidat presiden terbaru untuk pemilihan pada 15 Maret mendatang. Joan Laporta dan Victor Font menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Olahraga Praktis di Rumah
Kedua kandidat berhasil memenuhi syarat administrasi, meskipun ada beberapa kandidat lain yang juga ikut dalam pencalonan. Hanya Laporta dan Font yang mampu mengumpulkan cukup dukungan dari anggota socios.
Proses pemilihan presiden Barcelona mengharuskan setiap kandidat mengumpulkan minimal 2.377 tanda tangan sah dari anggota socios. Dalam proses ini, Laporta berhasil meraih 7.226 tanda tangan dari total 8.170 yang terkumpul.
Sementara itu, Victor Font memperoleh 4.440 tanda tangan dari 5.144 yang dibutuhkan. Keduanya menjadi kandidat terkuat setelah Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi tidak memenuhi syarat.
Baca juga: Kekalahan Mengejutkan Manchester United dari Grimsby Town di Piala Liga Inggris
Pemilihan ini merupakan pengulangan dari tahun 2021, di mana Laporta juga berhadapan langsung dengan Font. Dalam pemilihan sebelumnya, Laporta keluar sebagai pemenang, namun gagal mempertahankan Lionel Messi.
Meskipun berhasil menjuarai LaLiga dua kali dan satu Copa del Rey, Laporta tidak mampu meraih gelar Liga Champions yang menjadi harapan besar klub.
Akan ada pertarungan sengit antara Laporta dan Font karena keduanya memiliki basis pendukung yang kuat. Laporta dengan pengalaman yang dimilikinya menghadapi visi berbeda dari Font yang juga berambisi untuk memimpin klub.
Selain itu, dengan Marc Ciria yang gagal memenuhi syarat, Laporta dan Font menjadi satu-satunya pilihan bagi socios. Ketatnya persaingan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: