Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 15:23 WIB

Penolakan Atlet Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia di Jakarta

Author

Penolakan Atlet Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia di Jakarta

Rencana keikutsertaan atlet gimnastik Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia di Jakarta pada 19-25 Oktober 2025 mengalami penolakan luas dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kekalahan Mengejutkan Manchester United dari Grimsby Town di Piala Liga Inggris

Dari organisasi keagamaan hingga lembaga legislatif, ketidaksetujuan ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Reaksi Organisasi Islam Terhadap Kehadiran Atlet Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak penolakan terhadap partisipasi tim senam artistik Israel. Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyatakan, 'Sebaiknya ditolak karena argumen saya sesuai dengan amanat konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.'

Amirsyah juga menambahkan bahwa penolakan ini penting untuk menjaga nama baik olahraga Indonesia di mata dunia.

Selain itu, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan posisi Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. 'Komitmen ini jangan diganggu oleh siapapun,' ujarnya.

Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung

Sikap Partai Politik dan DPR Terhadap Keikutsertaan Atlet Israel

Dari pihak DPR, Wakil Ketua Komisi I Sukamta dari PKS mendesak pemerintah untuk bersikap tegas. 'Sebagai pelaku genosida brutal terhadap warga Gaza, Palestina, Israel tidak seharusnya diberi panggung dalam ajang olahraga dunia,' tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa izin untuk atlet Israel berkompetisi di Indonesia akan mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.

Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, menambahkan bahwa penolakan ini sejalan dengan sikap partai terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U20 tahun 2023.

Kedudukan Gubernur DKI Jakarta dalam Isu Ini

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tidak akan mengizinkan kehadiran atlet Israel di Jakarta. Ia berharap penyelenggara ajang ini berpikir matang sebelum melibatkan atlet dari negara tersebut.

Pramono menilai kehadiran tim senam artistik Israel tidak membawa manfaat dan, 'Pasti akan memicu kemarahan publik,' ungkapnya.

Ia juga mengaitkan pernyataannya dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat Palestina di Majelis Umum PBB.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU