Senin, 13 OKTOBER 2025 • 14:31 WIB

Penolakan Visa Atlet Israel: Kontroversi dan Dampak Internasional

Author

Penolakan Visa Atlet Israel: Kontroversi dan Dampak Internasional

Federasi Senam Israel telah mengajukan banding atas keputusan pemerintah Indonesia yang melarang visa untuk atlet mereka berkompetisi di Jakarta. Mereka menganggap keputusan tersebut sebagai langkah 'keterlaluan' yang berpotensi merusak integritas olahraga internasional.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, menolak pemberian visa tersebut sebagai respons terhadap situasi di Gaza, keputusan ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan elemen politik.

Keputusan Penolakan Visa

Federasi Senam Israel telah resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terkait penolakan visa untuk atlet mereka, termasuk peraih medali emas Olimpiade, Artem Dolgopyat. Dalam pernyataan mereka, federasi menyatakan bahwa tindakan pemerintah Indonesia mengancam integritas olahraga internasional.

Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, menjelaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan aspirasi publik yang mendukung sikap tegas pemerintah terhadap Israel. "Tindakan ini juga sejalan dengan harapan seluruh rakyat," ujar Yusril.

Dengan situasi politik yang peka, keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara politik dan sportivitas, khususnya dalam konteks hubungan internasional.

Baca juga: Kiper Emil Audero Puas Bawa Cremonese Menang atas AC Milan

Dukungan Masyarakat dan Respons Pemerintah

Dari segi dukungan, penolakan visa ini mendapat banyak dukungan dari ormas dan elemen masyarakat lainnya yang mengecam tindakan militer Israel di Gaza. Yusril menambahkan bahwa langkah ini adalah wujud konsistensi pemerintah dalam mendukung rakyat Palestina.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pun menegaskan posisi menyerukannya untuk tidak membiarkan atlet Israel berpartisipasi dalam Kejuaraan Senam Dunia. "Saya memiliki hak sebagai kepala daerah untuk menolak kehadiran atlet tersebut dalam situasi politik saat ini," ujarnya.

Sikap tegas dari pemerintah dan masyarakat menunjukkan bagaimana isu internasional dapat mempengaruhi keputusan di tingkat lokal, termasuk dalam arena olahraga.

Reaksi dan Dampak Internasional

Keputusan penolakan visa ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, terutama dari Komite Olimpiade Israel yang mendesak badan olahraga internasional untuk campur tangan. Mereka menyatakan bahwa keputusan ini merugikan peluang atlet Israel untuk berkompetisi secara tidak diskriminatif.

Meskipun demikian, Indonesia tetap pada posisinya, menegaskan bahwa kehadiran atlet Israel hanya akan dipertimbangkan jika situasi di Gaza membaik. Jika Israel tidak bersedia mengakui Palestina sebagai negara merdeka, maka kemungkinan hubungan diplomatik yang normal dengan Indonesia akan tetap terhambat.

Hal ini menunjukkan bagaimana prinsip politik dapat berdampak menghampiri kesempatan olahraga, dan menyiratkan tantangan bagi para atlet yang ingin berpartisipasi dalam event internasional.

Baca juga: Juventus Mulai Musim Serie A dengan Kemenangan atas Parma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU