PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menanggapi tudingan bahwa pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi penyebab banjir rob yang sering terjadi di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Baca juga: Novak Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa banjir rob di kawasan tersebut sudah ada jauh sebelum JIS dibangun.
Pernyataan Jakpro Mengenai Banjir Rob
Iwan Takwin mengonfirmasi, "Terkait rob di Jakarta Utara itu, rob kan sudah terjadi sebelum JIS dibangun," saat memberikan klarifikasi mengenai kondisi kawasan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam perencanaan pembangunan JIS, pihaknya sudah memperhitungkan langkah-langkah antisipatif terhadap banjir rob dan banjir hujan secara matang.
Stadion tersebut dilengkapi dengan ratusan sumur resapan bertujuan untuk meminimalkan aliran air keluar dari area yang dibuat.
"Dalam JIS itu ada ratusan sumur resapan dan sangat meminimalkan air keluar dari kawasan JIS," tambahnya menjelaskan.
Sesuai dengan Dokumen Lingkungan
Iwan menekankan bahwa semua aspek pembangunan sudah sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Baca juga: Pemain Sepak Bola Keturunan Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
"Sama sekali tidak," ungkap Iwan ketika ditanya tentang dampak pembangunan JIS terhadap kondisi rob di sekitarnya.
Ia juga menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk menangani berkurangnya area resapan dengan membangun kolam retensi di sekitar stadion.
"Retention kolam sudah kita bangun juga di sisi timur, dan luasnya sesuai hitungan analisanya. Jadi untuk cover areanya sudah sesuai hitungannya," pungkasnya.
Tanggapan Warga Terhadap Keadaan Tersebut
Namun, warga setempat mengaku bahwa Jalan RE Martadinata semakin sering terendam banjir rob sejak pembangunan JIS dimulai pada tahun 2018.
Salah satu penjaga pintu perlintasan kereta api, Untung (36), menjelaskan, "Dari 2018, semenjak ada pembangunan JIS aja," saat diwawancarai, menekankan terjadinya banjir rob secara rutin.
Sebelum pembangunan stadion, area sekitarnya berupa kali dan rawa-rawa, memungkinkan air laut dari Kali Ancol terserap dengan baik ke dalam tanah.
Namun, situasi berubah setelah proyek JIS, yang mengurangi daya serap air dan menyulitkan jalur pembuangan alami hingga menggenangi jalan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: