Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) angkat bicara mengenai gol kontroversial yang dibuat oleh Garudayaksa FC melawan FC Bekasi City di Liga 2 2025-2026.
Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung
Pertandingan yang dihelat di Stadion Pakansari, Cibinong, berakhir imbang 1-1 pada Sabtu (10/1/2026), menyisakan tanda tanya tentang keputusan wasit.
Proses Gol Kontroversial
Gol yang dicetak oleh Obet Choiri pada menit ke-33 berasal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Feby Eka Putra. Dalam tayangan ulang, tampak bahwa bola tidak sepenuhnya berada dalam area sudut saat tendangan dilakukan.
Keputusan wasit, Mansyur, untuk mengesahkan gol tersebut menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat dan pendukung sepak bola. Apalagi, tidak ada komunikasi yang dilakukan dari ruang VAR terhadap wasit utama mengenai posisi bola saat sepak pojok.
Kondisi ini menciptakan keraguan di kepala banyak orang, yang mempertanyakan integritas keputusan yang diambil dalam pertandingan tersebut.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Kalah dari Australia di Semifinal Piala AFF
Reaksi PSSI Terhadap Kejadian
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan pentingnya bagi Komite Wasit untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden ini. Ia menyatakan, "Ini yang kami minta kepada teman-teman Komite Wasit untuk dievaluasi," saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta.
Langkah proaktif PSSI mencakup penerapan VAR pada Championship 2025-2026, di mana teknologi ini sebelumnya tidak digunakan di kompetisi kasta kedua. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas keputusan di lapangan.
Dengan penerapan teknologi VAR, PSSI berharap bisa mencegah terulangnya kesalahan yang bisa merugikan tim.
Kolaborasi Wasit dan Teknologi VAR
Arya Sinulingga menekankan betapa pentingnya keberadaan VAR sebagai alat bantu bagi wasit untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil. Dia menambahkan, "Karena VAR dihadirkan untuk membuat pertandingan lebih fair dan bisa dinikmati dengan baik."
Pentingnya kerja sama antara wasit utama dan petugas VAR juga disinyalir sebagai kunci agar tidak ada keputusan yang merugikan tim mana pun. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan kesalahan serupa tidak akan terjadi di masa depan.
PSSI kini mengharapkan laporan hasil evaluasi dari Komite Wasit terkait miskomunikasi dan keputusan yang dibuat saat laga berlangsung.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia: Menuju Piala Dunia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: