Xabi Alonso telah resmi dipecat dari jabatan manajer Real Madrid setelah tujuh bulan menghadapi rangkaian hasil buruk. Pemecatannya terjadi usai kekalahan di final Supercopa de España melawan Barcelona yang menjadi momen krusial bagi klub.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Datangkan Eliano Reijnders untuk Super League 2025-2026
Kabar terbaru mengindikasikan bahwa Liverpool menunjukkan ketertarikan untuk menjadikan Alonso sebagai pelatih baru. Manajemen klub saat ini tengah mempertimbangkan perubahan pelatih di bursa transfer mendatang.
Pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid
Alonso memulai karir manajerialnya di Real Madrid setelah meninggalkan Bayer Leverkusen. Sayangnya, perjalanan ini terhenti lebih cepat dari yang diharapkan setelah timnya mengalami kekalahan penting melawan Barcelona.
Kekalahan tersebut memicu keputusan manajemen untuk memecat Alonso. Setelah pemecatan, Alonso menyatakan niatnya untuk segera melanjutkan karir dalam dunia kepelatihan.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal Untuk Pemula yang Ingin Sehat
Tantangan di Liverpool
Saat ini, situasi di Liverpool cukup menegangkan bagi manajer Arne Slot. Meskipun telah meraih trofi Premier League di musim lalu, performa tim di musim ini tampak jauh dari harapan.
Dengan kemungkinan Liverpool mengakhiri musim tanpa gelar, manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi untuk melakukan perubahan di kursi pelatih. Alonso muncul sebagai salah satu kandidat yang menarik perhatian mereka.
Alasan Xabi Alonso Diminati
Manajemen Liverpool melihat Xabi Alonso sebagai sosok yang tepat untuk membangkitkan kembali semangat skuad The Reds. Pengalaman Alonso selama lima tahun di Liverpool sebagai pemain memberikan nilai plus tersendiri.
Keberhasilannya melatih di Bayer Leverkusen dan jam terbangnya di Real Madrid juga menjadi alasan kuat mengapa Alonso layak mendapatkan kesempatan tersebut.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Dukungan Performanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: