Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:47 WIB

Berakhirnya Proyek Super League: Kesepakatan Antara Real Madrid dan UEFA

Author

Berakhirnya Proyek Super League: Kesepakatan Antara Real Madrid dan UEFA

Kesepakatan antara Real Madrid dan UEFA resmi mengakhiri proyek ambisius European Super League. Hal ini menandai penyelesaian sengketa hukum yang menyelimuti kompetisi yang dinilai kontroversial ini.

Baca juga: Momen Bersejarah: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Real Madrid mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan sepakbola klub Eropa secara keseluruhan. Pernyataan resmi mereka menekankan pentingnya kesepakatan ini untuk masa depan kompetisi di benua biru.

Kesepakatan yang Mengakhiri Proyek Super League

Pada Rabu malam, Real Madrid merilis pernyataan resmi mengenai kesepakatan ini. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebutkan, "UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa."

Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah untuk mengedepankan kepentingan terbaik sepakbola Eropa. Madrid menambahkan, "Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepakbola klub Eropa."

Pembicaraan ini menekankan pentingnya prinsip prestasi olahraga, keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui teknologi. Dengan adanya kesepakatan ini, sengketa hukum terkait Liga Super Eropa dinyatakan telah diselesaikan.

Baca juga: Peran Olahraga untuk Kesehatan Jantung: Mengapa Penting dan Cara Memulainya

Sejarah Proyek Super League

Proyek Super League diperkenalkan pada tahun 2021 dan melibatkan klub-klub besar Eropa, termasuk Real Madrid, Barcelona, dan Juventus. Ini dimaksudkan sebagai kompetisi alternatif untuk Liga Champions, yang terdiri dari 12 klub raksasa dari benua Eropa.

Namun, proyek ini segera menuai reaksi negatif dari berbagai kalangan. Penolakan datang dari federasi sepak bola, suporter, hingga legenda klub yang khawatir akan mengganggu persaingan sehat dalam dunia sepakbola.

Penting untuk dicatat bahwa meski proyek ini bertujuan untuk merevolusi sepak bola, banyak pihak melihatnya sebagai ancaman bagi kompetisi yang sudah ada.

Mundurnya Klub-Klub Pendiri

Tekanan dari berbagai pihak menyebabkan klub-klub pendiri mulai menyatakan mundur dari proyek ini. Klub-klub asal Inggris yang pertama kali menarik diri, diikuti oleh tim-tim lain hingga menyisakan hanya Real Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Juventus menjadi yang pertama bersikap mundur pada tahun 2023, diikuti Barcelona yang juga mengambil langkah serupa. Dengan kesepakatan yang tercapai antara Real Madrid dan UEFA, tidak ada lagi klub yang tersisa dalam proyek Super League.

Proses mundurnya klub-klub pendiri ini menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak mendapatkan dukungan luas dalam komunitas sepakbola, menandai akhir dari sebuah inisiatif yang seharusnya penuh ambisi.

Baca juga: Manchester City Menghadapi Awal Musim yang Sulit Setelah Kalah dari Tottenham

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU