Paris Saint-Germain (PSG) telah memutuskan untuk tidak mengajukan banding terkait kewajiban pembayaran gaji kepada Kylian Mbappe, menandai berakhirnya konflik hukum yang berkepanjangan.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Kalah dari Australia di Semifinal Piala AFF
Keputusan ini berhubungan dengan pembayaran utang gaji dan bonus yang telah terakumulasi selama waktu Mbappe bermain di klub hingga tahun 2024.
Putusan Pengadilan dan Kewajiban Pembayaran
Kylian Mbappe mengajukan gugatan terhadap PSG setelah klub gagal membayar gaji dan bonus total sebesar 55 juta Euro. Tuntutan tersebut berkembang menjadi 260 juta Euro pada bulan November lalu, mencerminkan ketegangan yang meningkat antara pemain dan klub.
Pengadilan Buruh Prancis kemudian menjatuhkan putusan untuk membayar Mbappe sejumlah 61 juta Euro. PSG dinyatakan bersalah karena tidak memenuhi kewajiban membayar gaji selama tiga bulan kepada Mbappe, termasuk bonus etika yang seharusnya diterimanya.
Putusan ini juga menegaskan kewajiban PSG untuk membayar bonus penandatanganan yang telah diatur dalam kontrak kerja dengan Mbappe, menambah beban hukum yang harus ditanggung oleh klub.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Keputusan PSG dan Respon Pengacara Klub
Setelah putusan tersebut, PSG memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan banding, namun klub memilih untuk tidak melakukannya. Dalam pernyataannya, PSG menyebutkan, 'Dengan semangat tanggung jawab dan untuk mengakhiri secara definitif prosedur yang telah berlangsung terlalu lama, klub memilih untuk tidak memperpanjang perselisihan ini.'
Pernyataan resmi klub juga menuturkan bahwa PSG kini akan lebih memusatkan perhatian pada pengembangan proyek olahraga jangka panjang.
Renaud Semerdjian, pengacara PSG, menegaskan bahwa 'Bertentangan dengan klaim palsu dari pemain dan rombongannya, klub telah memenuhi semua kewajiban.'
Masa Depan Mbappe dan PSG
Kylian Mbappe kini resmi bergabung dengan Real Madrid sejak musim panas 2024, dan keputusan PSG untuk tidak melanjutkan banding membuka jalan bagi kedua belah pihak untuk berpindah ke fase baru tanpa masalah hukum yang membebani.
Ini menandai akhir dari bab penting dalam perjalanan Mbappe di PSG, yang dimulai saat ia bergabung dengan klub pada 2017. Setelah hampir tujuh tahun berkarier bersama PSG, Mbappe kini bersiap menghadapi tantangan baru di tim barunya.
Dengan sengketa hukum yang telah berakhir, baik PSG maupun Mbappe kini dapat fokus pada masa depan masing-masing, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Baca juga: Manchester City Menghadapi Awal Musim yang Sulit Setelah Kalah dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: