Mantan pemain tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, beserta keluarganya terpaksa mengungsi ke ruang bawah tanah di Dubai akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Baca juga: Menjaga Kebugaran di Tengah Kesibukan Kerja
Serangan peluru kendali yang diluncurkan oleh AS ke Teheran telah menciptakan suasana yang tegang dan penuh ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, termasuk Dubai.
Kondisi di Dubai Pasca Serangan
Perang yang dimulai antara Iran dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026 telah mengubah situasi di kawasan Timur Tengah dan menciptakan dampak signifikan, termasuk di Dubai.
Serangan udara yang dilakukan oleh Iran telah menyita perhatian media global dan meningkatkan ketegangan di kawasan, membuat banyak penghuni Dubai merasa was-was.
Ferdinand, yang telah tinggal di Dubai bersama keluarga sejak musim panas 2025, merasakan dampak nyata dari situasi ini dan menuturkan bahwa banyak figur publik lainnya juga merasakan hal yang sama.
Baca juga: Kiper Emil Audero Puas Bawa Cremonese Menang atas AC Milan
Pengalaman Ferdinand Selama Konflik
Minggu tersebut berjalan dengan nuansa yang berbeda bagi Ferdinand, yang mengungkapkan, 'Minggu ini berbeda bagi saya, jujur saja. Pertama, saya dalam kondisi prima pagi ini karena seluruh keluarga berolahraga.'
Suara dentuman bom dan pesawat tempur yang terdengar di langit menambah rasa ketakutan di dalam dirinya. Ferdinand menunjukkan kepentingan untuk memberi tahu anak-anak mengenai situasi ini, menekankan peran ayah untuk tetap tenang dalam keadaan yang sulit.
Ia juga menjelaskan bagaimana pengalaman ini mengingatkannya pada saat-saat sulit di tengah pandemi Covid-19, di mana banyak hal terasa tidak pasti.
Langkah Antisipasi yang Diambil
Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Ferdinand mengambil langkah antisipasi dengan mengungsi bersama keluarga ke studio yang telah disiapkan sebagai tempat perlindungan.
"Jujur saja, situasinya agak menakutkan, tetapi anehnya di saat yang sama saya merasa sangat aman dan terlindungi," ujarnya.
Ferdinand menjelaskan bahwa mereka tidur di ruang bawah tanah dilengkapi dengan perlengkapan darurat, termasuk selimut tebal yang selalu siap sedia, untuk melindungi diri dari potensi ancaman.
Baca juga: Rumor Transfer Thom Haye ke Persib Bandung Semakin Menguat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: