Ancaman Sanksi Terhadap Sepak Bola Israel oleh UEFA
Sepak bola Israel kini menghadapi ancaman sanksi dari Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) terkait desakan pemungutan suara mengenai isu kemanusiaan di Gaza. Qatar, sebagai salah satu sponsor utama UEFA, tengah melobi untuk mengadakan voting tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas 2025
Desakan ini muncul setelah mantan bintang sepak bola Eric Cantona menyerukan FIFA dan UEFA untuk mengenakan sanksi kepada Israel. Ia mencatat bahwa tindakan serupa diambil terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina, memperingatkan bahwa situasi di Gaza adalah bentuk genosida.
Qatar kini berupaya melobi Komite Eksekutif UEFA untuk memberi sanksi kepada Israel. Dan seperti yang dilaporkan oleh Turkiye Today, hal ini berakar dari situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.
Selama konser 'Together for Palestine' di Wembley Arena, Eric Cantona mengajak FIFA dan UEFA untuk bertindak tegas. Ia menyatakan, "Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan Rusia [dari kompetisi internasional]. Kini, sudah 716 hari lewat sejak Amnesty Internasional menyebut [situasi di Gaza sebagai] genosida."
Baca juga: Peran Olahraga untuk Kesehatan Jantung: Mengapa Penting dan Cara Memulainya
The Times of Israel melaporkan bahwa ada kemungkinan pemungutan suara untuk sanksi terhadap klub dan timnas Israel berlangsung dalam waktu dekat. Terdapat laporan bahwa sekurang-kurangnya 20 negara anggota UEFA mendukung langkah untuk memberikan sanksi.
Di sisi lain, negara-negara yang menolak proposal sanksi hanya mencakup dua hingga tiga negara, seperti Jerman dan Hungaria. Federasi Sepak Bola Israel (IFA) tengah berusaha mendekati sekutunya di Eropa untuk mencegah terwujudnya voting tersebut.
Dengan semakin kuatnya desakan untuk memberikan sanksi, IFA menyatakan bahwa laporan mengenai upaya mereka untuk mencegah voting adalah tidak akurat. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai waktu pemungutan suara, yang konon akan berlangsung pada 23 September.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, telah menolak ide sanksi bagi Israel dengan argumen bahwa sanksi bagi atlet tidak akan efektif. Ia menjelaskan, "Apa yang bisa seorang atlet lakukan kepada pemerintah mereka untuk menghentikan perang? itu sangat, sangat sulit," menyoroti kompleksitas situasi saat ini.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Kalah dari Australia di Semifinal Piala AFF
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: