FPTI Respon Cepat Terhadap Isu Pemotongan Bonus Atlet Panjat Tebing
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menanggapi laporan mengejutkan tentang dugaan pemotongan bonus atlet panjat tebing oleh mantan pelatih, Hendra Basir.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Yenny menegaskan bahwa hingga sekarang, FPTI belum menerima laporan resmi mengenai isu ini dari para atlet yang bersangkutan.
Yenny Wahid mengungkapkan keterkejutannya mendengar laporan mengenai pemotongan bonus mencapai 50 persen. Ia berkata, 'Saya kaget sekali. Dan itu juga dilakukan oleh terduga pelaku [kekerasan dan pelecehan seksual].'
Meski demikian, Yenny memperjelas bahwa FPTI sampai saat ini belum mendapatkan pengaduan resmi terkait masalah ini. 'Saya hanya mendengar ya, sorry saya sih enggak bisa ini ya, saya hanya mendengar dari apa namanya percakapan-percakapan informal,' tambahnya.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Yenny menambahkan bahwa masalah pemotongan bonus mungkin berkaitan dengan kesepakatan internal antara atlet dan pelatih. Namun, ia tidak merasa FPTI berwenang membahas hal tersebut lebih dalam. 'Dalihnya ini sudah kesepakatan. Ya, antara mereka sendiri. Dalihnya begitu. Jadi, ini di luar kami. Saya enggak tahu sama sekali,' tuturnya.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang akuntabilitas dan transparansi dalam organisasi, serta bagaimana hal ini bisa mempengaruhi atlet secara keseluruhan.
Yenny menyatakan bahwa FPTI akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pemotongan bonus dan juga praktik kekerasan serta pelecehan seksual. 'Kita masih fokus pada proses pelecehan seksualnya,' jelasnya.
Ia juga menegaskan tidak bisa memastikan apakah praktik pemotongan bonus ini terjadi pada event tertentu seperti SEA Games 2025 atau Olimpiade 2024. 'Itu, SEA Games atau apa saya enggak tahu. Ini belum ada laporan resmi, jadi saya enggak bisa ngomong secara pasti gitu loh,' ungkapnya.
Yenny juga menegaskan komitmen FPTI untuk membenahi dunia panjat tebing Indonesia, menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi.
Baca juga: Liverpool Amankan Kemenangan Dramatis atas Newcastle di Premier League
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: