Studi Terbaru: Hanya Butuh 3.000 Langkah Sehari untuk Jaga Kesehatan Otak
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa hanya dengan 3.000 langkah sehari, kesehatan otak dapat dijaga secara signifikan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Berhasil Raih Hasil Imbang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Meskipun banyak yang menganggap target 10.000 langkah diperlukan, aktivitas yang lebih rendah ternyata tetap efektif dalam memperlambat penurunan kognitif.
Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Harvard menemukan bahwa melakukan 5.000 langkah setiap hari dapat memperlambat penurunan kognitif dan penumpukan protein amiloid yang terkait dengan demensia Alzheimer.
Studi ini melibatkan 294 individu berusia antara 50 hingga 90 tahun yang merupakan bagian dari Harvard Aging Brain Study, di mana mereka memiliki protein-protein berbahaya di otak namun tidak menunjukkan gejala demensia.
Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, yang menunjukkan pentingnya tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi untuk menjaga kemampuan berpikir dan memori.
Baca juga: Kuwait Batalkan Laga Uji Coba Melawan Timnas Indonesia
Steven Allder, konsultan neurolog di Re:Cognition Health, menjelaskan bahwa berjalan kaki meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke otak, yang krusial untuk fungsi neurologis yang optimal.
"Saat kita berjalan, detak jantung kita meningkat dan sistem pembuluh darah menjadi lebih efisien dalam mengedarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak," kata Allder.
Kondisi ini mendukung pengiriman nutrisi yang lebih baik dan pembuangan limbah metabolisme yang efektif, yang berkontribusi pada kesehatan neuron dan sinapsis.
Berjalan kaki secara teratur juga memiliki manfaat dalam memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres, berkat efek relaksasi yang ditimbulkan.
"Berjalan teratur juga memicu pelepasan endorfin dan serotonin, menciptakan efek nyaman alami yang dapat meringankan gejala kecemasan dan depresi," kata Allder.
Paparan terhadap lingkungan luar saat berjalan dapat meningkatkan kualitas tidur dan, pada gilirannya, kemampuan kognitif keesokan harinya.
Baca juga: Olahraga Pagi: Cara Menyenangkan untuk Memulai Akhir Pekan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: