Zumba telah menjadi pilihan olahraga utama bagi Generasi Z di Indonesia, menawarkan cara yang menyenangkan dan energik untuk beraktivitas fisik.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Kepindahan ke Lille: Pabrik Pemain Bintang Prancis
Dengan kombinasi musik dan gerakan tari, Zumba tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga menciptakan pengalaman sosial yang menarik.
Sejarah dan Perkembangan Zumba
Zumba diciptakan pada awal tahun 1990-an oleh Alberto 'Beto' Pérez, seorang penari asal Kolombia. Sejak diperkenalkan, Zumba berkembang pesat menjadi tren global, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, Zumba mulai dikenal pada awal tahun 2000-an dan semakin diminati melalui kelas-kelas yang diadakan di pusat kebugaran dan komunitas. Partisipasi tinggi dari Generasi Z menjadi faktor penting dalam pertumbuhannya.
Baca juga: Zumba: Olahraga Seru atau Hiburan Belaka?
Gerakan Zumba Paling Populer di Kalangan Gen Z
Salah satu gerakan Zumba yang paling terkenal adalah 'Cumbia', yang berasal dari tradisi musik Latin. Kombinasi ritme dan langkah yang sederhana membuat gerakan ini mudah diikuti oleh pemula.
Selain Cumbia, 'Reggaeton' juga sangat diminati. Gerakan ini dikenal dengan beat yang energik, menarik perhatian banyak orang untuk berpartisipasi dalam kelas Zumba menggunakan format tersebut.
Dampak Sosial dan Kesehatan Zumba bagi Gen Z
Partisipasi dalam Zumba memberikan dampak positif bagi kesehatan mental Generasi Z. Kegiatan ini tidak hanya membantu mereka berolahraga, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang suportif.
Dari segi kesehatan, Zumba juga efektif dalam meningkatkan kebugaran fisik. Menurut sebuah penelitian, kelas Zumba bisa membakar hingga 500 kalori dalam satu sesi, tergantung pada intensitas latihan.
Baca juga: Mengisi Akhir Pekan dengan Olahraga dan Perawatan Diri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: