Jalan kaki sejauh 10 ribu langkah per hari telah menjadi topik perbincangan dalam masyarakat terkait manfaat kesehatan dan kebugarannya.
Baca juga: Kiper Emil Audero Puas Bawa Cremonese Menang atas AC Milan
Artikel ini membahas dasar ilmiah di balik klaim tersebut serta memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang aktivitas fisik ini.
Dasar Ilmiah di Balik 10 Ribu Langkah
Konsep berjalan sejauh 10 ribu langkah per hari mulai muncul pada tahun 1960-an ketika pedometer bernama 'manpo-kei' diperkenalkan di Jepang. Istilah 'manpo' berarti seribu dan 'kei' berarti alat ukur, sehingga terciptalah angka 10 ribu langkah yang mudah diingat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mencapai 10 ribu langkah dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan jantung serta menurunkan risiko penyakit kronis. Namun, angka ini sering dianggap sebagai panduan ketimbang suatu keharusan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa 7.500 langkah per hari sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme. Ini menunjukkan bahwa 10 ribu langkah bukanlah patokan mutlak.
Baca juga: Janice Tjen Raih Kemenangan Bersejarah di US Open 2025
Manfaat Kesehatan Berjalan Kaki
Berjalan kaki dapat membantu mengurangi berat badan dan menjaga postur tubuh yang baik. Aktivitas fisik ini juga bermanfaat bagi kesehatan mental, karena dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam 'Journal of Clinical Psychiatry', aktivitas fisik seperti berjalan dapat membantu mengurangi gejala depresi. Masyarakat disarankan untuk memasukkan lebih banyak aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari.
Tidak hanya kesehatan tubuh, berjalan kaki juga bermanfaat untuk kesehatan otak. Aktivitas ini dilaporkan dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori, terkait dengan peningkatan aliran darah ke otak.
Kesalahpahaman Masyarakat Tentang Jalan Kaki
Banyak orang percaya bahwa jalan kaki sebanyak 10 ribu langkah setiap hari adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Ini adalah pemahaman yang keliru, karena aktivitas fisik lainnya juga memiliki dampak yang sama.
Selain itu, kualitas langkah juga penting. Berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi atau di medan yang tidak rata dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan sekadar menghitung jumlah langkah.
Kepentingan untuk tetap aktif tidak selalu tergantung pada angka tertentu. Adalah penting untuk menyesuaikan aktivitas fisik dengan kemampuan individual serta kondisi kesehatan masing-masing.
Baca juga: Manchester City Menghadapi Awal Musim yang Sulit Setelah Kalah dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: