Hormon memainkan peranan krusial dalam menunjang fungsi fisiologis tubuh saat bergerak aktif. Dari pemicu energi hingga pengatur suasana hati, berbagai hormon bekerja dinamis dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Tips Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Beragam jenis hormon memiliki fungsi spesifik yang membantu tubuh dalam menjalani aktivitas fisik secara optimal. Artikel ini akan membahas peran penting hormon-hormon tersebut dalam mendukung kinerja tubuh selama bergerak.
Peran Hormon Adrenalin dalam Aktivitas Fisik
Hormon adrenalin, yang sering disebut sebagai hormon stres, dilepaskan oleh tubuh selama aktivitas fisik yang berat. Proses ini membantu meningkatkan detak jantung, aliran darah, dan melepaskan energi.
Selama kegiatan seperti berlari atau berolahraga, adrenalin mempersiapkan tubuh untuk menghadapi tantangan fisik. Dampaknya, seseorang bisa merasa lebih waspada dan bertenaga.
Adrenalin juga memfasilitasi pemecahan glikogen menjadi glukosa, yang memberikan pasokan energi penting selama aktivitas fisik. Dengan demikian, hormon ini sangat penting untuk meningkatkan kinerja tubuh saat bergerak.
Baca juga: Zumba: Olahraga Seru atau Hiburan Belaka?
Hormon Endorfin dan Perasaan Bahagia
Endorfin, dikenal sebagai hormon bahagia, dilepaskan oleh tubuh saat atau setelah melakukan aktivitas fisik. Hormon ini bertugas mengurangi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.
Saat seseorang berolahraga, tingkat endorfin dalam tubuh meningkat, yang dapat menciptakan perasaan baik dan relaksasi. Inilah salah satu alasan mengapa olahraga sangat dianjurkan untuk mengatasi stres.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur berpotensi meningkatkan level endorfin dalam jangka panjang, yang dapat membantu menurunkan risiko depresi. Oleh karena itu, endorfin berfungsi sebagai pendorong motivasi untuk menjaga kesehatan mental dan berolahraga.
Peran Hormon Kortisol dalam Manajemen Stres
Kortisol, yang juga dikenal sebagai hormon stres, dilepaskan ketika tubuh berada dalam keadaan tekanan atau stres. Hormon ini berfungsi untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi situasi darurat.
Tingkat kortisol dapat meningkat selama aktivitas fisik yang berat, membantu mengelola stres yang muncul dari kegiatan tersebut. Namun, meningkatnya tingkat kortisol dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.
Kortisol juga berperan dalam meningkatkan metabolisme, sehingga membantu tubuh memanfaatkan energi dengan lebih efektif selama bergerak. Meskipun telah terbukti bermanfaat, penting untuk menjaga agar kadar kortisol tetap seimbang demi kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Kylian Mbappe Cetak Dua Gol, Real Madrid Kalahkan Real Oviedo 3-0
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: