Kekakuan otot setelah duduk dalam waktu lama merupakan masalah umum yang dialami banyak orang. Fenomena ini dapat dipahami melalui penjelasan ilmiah yang menjelaskan pengaruh terhadap sirkulasi darah dan otot.
Baca juga: Thom Haye Bergabung dengan Persib Bandung: Rekrutmen Strategis untuk Musim Depan
Duduk dalam posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan ketegangan otot dan sirkulasi darah yang terganggu. Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai dampak negatif dari kebiasaan duduk yang lama serta cara untuk mengatasinya.
Pengaruh Posisi Duduk Terhadap Otot
Posisi duduk yang tidak tepat kerap kali menyebabkan tekanan berlebih pada otot. Ketika seseorang duduk dengan postur yang salah, otot-otot tertentu mengalami tekanan, yang berdampak negatif terhadap sirkulasi darah.
Kurangnya aliran oksigen ke otot dapat mengakibatkan kekakuan dan nyeri. Otot yang tidak teraliri cukup oksigen berisiko tinggi mengalami kerusakan.
Lebih dari itu, duduk dalam waktu lama mampu menyebabkan hipertonus, yaitu keadaan di mana otot tegang secara berlebihan akibat berada dalam posisi statis terlalu lama.
Baca juga: Peran Olahraga untuk Kesehatan Jantung: Mengapa Penting dan Cara Memulainya
Dampak Terhadap Sirkulasi Darah
Dampak negatif dari duduk terlalu lama ini tidak hanya dirasakan pada otot, tetapi juga terhadap sirkulasi darah. Hampir semua orang mengalami penurunan sirkulasi darah saat duduk dalam waktu yang lama.
Ketika sirkulasi terhambat, bukan hanya kekakuan yang muncul, tetapi juga potensi pembengkakan pada otot. Penelitian mendukung bahwa duduk lebih dari empat jam tanpa bergerak dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan serius, seperti trombosis vena dalam (DVT).
Gangguan sirkulasi darah ini penting untuk diperhatikan, karena otot yang kurang teraliri darah cenderung tidak dapat berfungsi secara optimal.
Mencegah dan Mengatasi Kekakuan Otot
Untuk mencegah kekakuan otot, disarankan bagi individu untuk rutin bergerak setiap 30 menit. Melakukan stretching sederhana atau hanya beranjak sebentar dapat memberikan banyak manfaat.
Perbaikan posisi duduk serta penggunaan kursi ergonomis juga terbukti efektif dalam mengurangi tekanan pada otot. Dengan langkah-langkah ini, kekakuan otot bisa diminimalisir.
Konsistensi dalam bergerak merupakan kunci; semakin sering seseorang bergerak, maka semakin baik pula sirkulasi darah dan kesehatan otot yang akan didapat.
Baca juga: Juventus Mulai Musim Serie A dengan Kemenangan atas Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: