BYD, salah satu pelopor mobil listrik, tengah mempertimbangkan untuk ikut ambil bagian dalam ajang balap Formula One (F1). Ini bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan eksistensi merek mereka di pentas global.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Bidik Kiper Baru Sebelum Bursa Transfer Tutup
Mengutip dari laporan Bloomberg, selain fokus pada F1, BYD juga menunjukkan minat terhadap World Endurance Championship, yang terkenal dengan perlombaan 24 Hours of Le Mans.
Keseriusan Masuk F1
Jika langkah ini terwujud, BYD akan menjadi yang pertama dari China berkompetisi di ajang motorsport paling bergengsi ini. Merek asal Tiongkok ini nantinya akan bersaing dengan tim-tim terkenal seperti Ferrari, Mercedes-AMG, dan McLaren.
Namun, status mereka sebagai pendatang baru masih menyisakan beberapa pertanyaan, terutama apakah mereka akan membentuk tim sendiri atau melakukan akuisisi terhadap tim yang sudah beroperasi. Kriteria penerimaan dalam F1 sangat ketat dan penuh tantangan.
Federation Internationale de l'Automobile (FIA) memiliki berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon tim, baik dalam hal teknis maupun finansial. Itulah sebabnya proses masuk ke grid F1 tidaklah semudah itu.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Datangkan Eliano Reijnders untuk Super League 2025-2026
Tantangan untuk Memperoleh Tempat
Proses pendaftaran untuk bergabung ke F1 bukanlah hal yang sederhana. Pada tahun 2024, permohonan Mario Andretti untuk bergabung dengan Cadillac ditolak, baru disetujui pada 2026 setelah adanya komitmen pendanaan yang jelas.
Demikian juga, Cadillac harus merogoh kocek hingga USD450 juta atau sekitar Rp7,6 triliun untuk biaya anti-dilusi. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan finansial menjadi faktor penting untuk mendapatkan tempat di ajang balap super kompetitif ini.
Oleh karena itu, hanya memiliki dukungan finansial tidaklah cukup; BYD perlu mempersiapkan semua aspek lainnya yang berkaitan dengan balap agar dapat beradaptasi dan bersaing dengan baik.
Keunggulan Teknologis BYD
Meskipun ada banyak tantangan, BYD memiliki keunggulan dalam hal teknologi, khususnya di bidang elektrifikasi. Aturan terbaru F1 mengharuskan pembagian daya antara mesin bensin dan motor listrik, yang merupakan keahlian BYD.
Sebagai contoh, aturan saat ini memadukan mesin V6 turbo 1,6 liter dengan motor listrik berkapasitas 350 kW, yang menunjukkan efisiensi penggunaan energi listrik mendekati 50 persen.
Partisipasi BYD dalam ajang balap ini bisa menjadi peluang emas untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan teknologi mobil performa tinggi, sesuatu yang sudah mereka buktikan dengan produk Yangwang.
Baca juga: Juventus Mulai Musim Serie A dengan Kemenangan atas Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: