Meningkatnya Nafsu Makan Pasca Olahraga: Penjelasan Ilmiah dan Psikologis
Setelah melakukan aktivitas fisik, banyak individu melaporkan peningkatan nafsu makan yang signifikan. Fenomena ini menjadi topik yang menarik untuk diteliti lebih lanjut dari segi hormon, intensitas olahraga, dan faktor psikologis.
Baca juga: Pemain Sepak Bola Keturunan Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Berolahraga tidak hanya berfungsi sebagai metode pembakaran kalori, tetapi juga membawa dampak pada regulasi hormon yang berperan dalam rasa lapar. Memahami hubungan antara olahraga dan nafsu makan dapat memberikan perspektif baru dalam manajemen diet dan kesehatan.
Olahraga mempengaruhi berbagai hormon dalam tubuh, termasuk ghrelin dan leptin. Ghrelin dikenal sebagai hormon lapar, sedangkan leptin berfungsi untuk mengurangi nafsu makan.
Ketika seseorang berolahraga, terutama dalam intensitas tinggi, kadar ghrelin dapat meningkat sementara. Ini yang menyebabkan rasa lapar lebih cepat muncul setelah sesi latihan.
Sebaliknya, leptin yang seharusnya menekan rasa lapar mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya selama jam-jam setelah olahraga, sehingga menciptakan rasa lapar yang lebih besar.
Baca juga: Janice Tjen Tersingkir di US Open 2025 Setelah Kekalahan dari Emma Raducanu
Jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan juga berperan penting dalam nafsu makan. Latihan aerobik yang berlangsung lama, seperti berlari atau bersepeda, cenderung memicu peningkatan nafsu makan lebih besar dibandingkan latihan ringan.
Di sisi lain, latihan kekuatan mungkin tidak langsung meningkatkan nafsu makan tetapi dapat menambah massa otot yang meningkatkan metabolisme secara keseluruhan. Kebutuhan kalori yang lebih tinggi dalam masa pemulihan juga dapat menyebabkan rasa lapar.
Dalam penelitian, banyak yang menunjukkan bahwa orang yang berolahraga lebih intens cenderung merasa lapar setelahnya karena tubuh berusaha memulihkan energi yang hilang.
Aspek psikologis juga tidak boleh diabaikan. Banyak orang mengasosiasikan olahraga dengan hak untuk makan, seringkali tanpa memperhatikan jumlah kalori yang sebenarnya dibutuhkan.
Kebiasaan ini bisa membuat seseorang lebih cenderung makan berlebihan setelah berolahraga, terlepas dari kebutuhan tubuh. Mindset ini juga bisa dipicu oleh faktor sosial, di mana orang-orang cenderung merayakan sesi olahraga dengan makanan.
Studi menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dan pemilihan makanan, di mana orang lebih cenderung memilih makanan tinggi kalori setelah berolahraga sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: