Mario Aji Bertekad Bangkit Setelah Kecelakaan di Grand Prix Thailand
Pembalap Indonesia, Mario Aji, meminta maaf setelah gagal finis di Grand Prix Thailand yang diadakan di Chang International Circuit, Buriram. Kecelakaan di lap kedua memaksanya harus menelan pil pahit saat berlaga di ajang Moto2.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool
Setelah insiden tersebut, Aji menegaskan komitmennya untuk segera fokus pada balapan berikutnya. Ia berharap dapat kembali lebih kuat dan siap menghadapi tantangan baru.
Mario Aji, yang membela Idemitsu Honda Team Asia, memulai balapan Moto2 dari posisi kesembilan. Sayangnya, di lap kedua, ia terjatuh dan harus keluar dari perlombaan, yang tentunya sangat mengecewakan.
Regulasi baru yang ditetapkan oleh FIA melarang pembalap yang terjatuh untuk menyalakan kembali mesin di area lintasan. Aturan ini semakin menambah beban bagi Aji setelah kecelakaan yang mengacam nasibnya di GP Thailand.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Kepindahan ke Lille: Pabrik Pemain Bintang Prancis
Dalam akun Instagramnya, Mario Aji menyatakan, "Saat ini tidak ada ‘seandainya’ atau ‘apa mungkin’. Ini sudah terjadi semua…Saya berterima kasih dan meminta maaf kepada tim."
Pernyataan tersebut mencerminkan rasa tanggung jawab dan apresiasinya kepada tim yang telah mendukungnya, meski hasil yang diraih jauh dari harapan.
Meskipun hasil di Thailand kurang memuaskan, Aji tetap optimis dan bersiap menghadapi balapan selanjutnya. Ia telah mengungkapkan niatnya untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi seri kedua Moto2 di Sirkuit Internasional Autodromo, Brasilia.
Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 22 Maret mendatang. Ia menambahkan, "Terima kasih atas dukungan minggu ini untuk kami berdua! Ingin segera memulai di Brasil," yang menunjukkan semangatnya untuk kembali ke lintasan.
Baca juga: Kylian Mbappe Cetak Dua Gol, Real Madrid Kalahkan Real Oviedo 3-0
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: