Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:11 WIB

Kemenkes Siapkan Rekomendasi Aktivitas Fisik Berdasarkan Usia

Author

Kemenkes Siapkan Rekomendasi Aktivitas Fisik Berdasarkan Usia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menyusun rekomendasi aktivitas fisik sesuai usia bagi masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini diambil setelah survei menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang disarankan.

Baca juga: Real Madrid dan Manchester City Kembali Bertemu di Liga Champions

Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, menekankan pentingnya edukasi terkait aktivitas fisik. Setiap individu sebaiknya melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rekomendasi Aktivitas Fisik Berdasarkan Umur

Berdasarkan data terbaru, 95,6 persen penduduk Indonesia kurang beraktivitas fisik. Rekomendasi yang disiapkan diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai jenis aktivitas fisik yang sesuai untuk berbagai usia.

Dalam program Cek Kesehatan Gratis di 10.300 puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan panduan lebih jelas. Misalnya, untuk individu dewasa, ada saran untuk melakukan jalan cepat selama 30 menit setiap pagi.

Program ini bertujuan untuk menciptakan pola hidup sehat yang bisa bertahan lama. Kemenkes percaya bahwa dengan pencegahan yang tepat, masyarakat bisa terhindar dari risiko penyakit akibat kurangnya aktivitas fisik.

Baca juga: Thom Haye Bergabung dengan Persib Bandung: Rekrutmen Strategis untuk Musim Depan

Perluasan Program Cek Kesehatan Gratis

Menteri Maria juga mengungkapkan rencana untuk memperluas program CKG ke klinik pratama tahun depan. Ini adalah langkah strategis untuk beralih dari perawatan kuratif menuju pencegahan kesehatan.

Kemenkes berupaya merubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi menunggu sakit. 'Kita mau berubah dari masyarakat yang menunggu sakit, menjadi masyarakat yang aktif menjaga kesehatan,' tegas Maria.

Melalui pendekatan preventif, diharapkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga dan menjaga kesehatan akan meningkat, sehingga mendorong gaya hidup sehat.

Indikator Kesehatan dan Kebugaran

Maria menjelaskan ada lima indikator penting untuk mengukur kesehatan yaitu komposisi tubuh, daya tahan jantung, kekuatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan otot. Mengukur indikator ini bisa memberikan gambaran lebih lengkap tentang kebugaran.

'Sehat itu terbebas dari penyakit, namun bugar itu adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik tanpa merasa lelah,' jelasnya, menegaskan perbedaan penting antara kesehatan dan kebugaran.

Memahami perbedaan ini diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif secara fisik. Dengan begitu, langkah-langkah yang diperlukan untuk tetap aktif dan sehat akan lebih diperhatikan oleh setiap individu.

Baca juga: Janice Tjen Tersingkir di US Open 2025 Setelah Kekalahan dari Emma Raducanu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU